Judul kecil di bawah adalah kesimpulan
setelah dua kali menjajal SUV Mitsubishi Pajero Sport. Pertama di trek
reli Mandala Pratama Estate, Dawuan, Jabar sebelum launching pada 18
Juni lalu. Dan yang ke dua di parkir timur Senayan, Jakarta. Keduanya
punya jenis trek berbeda yang membuktikan ketangguhan SUV pendatang
baru ini.
Penguasa Dua Dunia
Di lintasan reli Mandala Pratama Estate, yang murni trek tanah ini
merupakan pembuktian Pajero Sport di lintasan offroad. Mobil yang
basic-nya berkiblat pada ketangguhan mobil reli Paris-Dakar ini
terbukti handal disiksa di trek ekstreem. Bahkan untuk membuktikan
ketangguhannya, PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) sengaja mendatangkan
Hiroshi Masuoka.
Pria Jepang yang pernah menjuarai Reli Dakar pada tahun 2002 dan 2003
ini memilih Pajero Sport GLX MT 4x4 untuk di pacu. Transmisi manualnya
dianggap lebih lincah untuk menaklukan medan ekstreem. Tikungan demi
tikungan dilaluinya tanpa ragu bahkan saat menikung dengan kecepatan
tinggi pun stabilitas tetap bisa dilihat.
Begitu juga ketika OTOMOTIFNET menjajalnya sendiri. Tipe
termahal Pajero Sport Axceed AT 4x4 sengaja dipilih. Khusus pada tipe
ini transmisi matiknya sudah mengadopsi INVECS-II seperti yang dipakai
Lancer dan sudah dilengkapi sport mode. Tapi perhatian justru tertuju
pada kenyamanan SUV yang di suspensi belakangnya sudah menganut coil
spring ini.
 Aksi ektreem Hiroshi Masuoka (foto: KTB)
|
Dan terbukti ampuh meski ditumpangi 4
penumpang khususnya ketika terperosok lubang cukup besar. Kenyaman
ekstra dirasakan ketika guncangan bisa teredam dengan lendutan suspensi
yang lembut, tetap membuat seluruh penumpangnya nyaman. Bukti
ketangguhan di jalan tanah pun akhirnya di komparasikan dengan
ketangguhannya melibas aspal ibu kota di sesi kedua.
Kali ini pengetesan dilakukan di parkir timur Senayan. Kalau sebelumnya
merasakan performa di medan ekstreem, kini tinggal menikmati
fitur-fitur dan kenyamanan di dalam kota. ?Mobil ini berkonsep All
around SUV,? ungkap Rizwan Alamsjah, marketing director PT KTB. Artinya
bisa off road, ke kantor dan bisa juga untuk jalan-jalan bersama
keluarga.
Di mulai dari ruang di dalam kabin. Begitu masuk ruang rasa lega
langsung terasa untuk ukuran SUV. Kalau sekedar memuat seluruh anggota
keluarga hingga 6 orang ditambah pengendara pastinya tidak masalah
meski jok paling belakang terasa pas sekali untuk orang dengan tinggi
160cm.?
 Interior mewah, dashboard serupa Triton
|
Sedang urusan style tak perlu diragukan
lagi. Kalau sebelumnya banyak yang menantikan moncong sporty Strada
Triton tapi berbentuk SUV maka Pajero Sport inilah jawabannya.
Perpaduan desain sporty ala Strada Triton, tampilan SUV yang gagah dan
kapasitas penumpangnya yang seven seater dipastikan membuat pengendara
dan keluarga yang dibawanya merasa bangga terlihat beda di jalan
raya.??
Saat melihat dashboard seperti ?de javu?, desainnya mirip sekali Strada
Triton. Hanya saja di setir kirinya telah dilengkapi tombol pengatur
audio. Nyaman? Tentu saja iya, apalagi semua joknya berlapis kulit.
Saat mobil mulai berjalan pun suspensi tidak terlalu keras layaknya
mobil-mobil off road. Di bangku paling belakang pun tetap nyaman tidak
keras dan bikin mual. Jalanan aspal tetap membuat anggota keluarga
tetap nyaman.
 |
Mesin Diesel Legendaris
Mesin yang digunakan Pajero Sport ini adalah varian legendaris 4D56. Di
Indonesia mesin 2.476cc ini sudah dipakai L200, Mitsubishi Kuda diesel
hingga double cab Strada Triton. Tenaganya di klaim mampu menyemburkan
73 dk pada versi standar. 128 dk yang telah di lengkapi turbo, 134 dk
yang sudah plus intercooler, dan melonjak jadi 141 dk saat dipasang
common rail. Jadi jangan heran bila reli Mandala Pratama Estate dengan
mudah ditaklukan.
Kalau Pajero Sport sudah dilengkapi turbo intercooler dan common rail.
Silahkan bandingkan dengan mesin D4-D milik Toyota Fortuner yang hanya
102 dk. Sedang untuk perbandingan bahan bakar, meski belum pernah
melakukan pengetesan langsung namun diperkirakan tak jauh jauh dari
Strada triton yang mampu 1:9km di dalam kota.?????????