|
|
|
|
Terjemahan Michael Mann akan Tokoh Public Enemy Number One
|
|
Entertainment & Movie
- Jumat, 10 Juli 2009 09:38:19 WIB |
|
?My name's John Dillinger. I rob banks.?? Begitu pengakuan John Dillinger pada Billie Frechette (Marion Cotillard -- chesmitry-nya
dengan Depp terbilang proporsional) ketika perempuan cantik berambut
gelap itu menanyakan apa pekerjaannya. Keluar dari mulut Johny Depp,
rasanya baru kali ini aktivitas kriminal merampok bank terdengar begitu
cool.
Dalam film terbaru Michael Mann, Public Enemies,
Johny Depp adalah John Herbert Dillinger. Ini karakter nyata dari
seorang perampok bank yang dari tahun 1930-1935 meneror wilayah
Midwest, Amerika Serikat, dengan aksi-aksi heist-nya.
Inilah tahun-tahun Great Depression, di mana rakyat Amerika mengalami
krisis ekonomi paling parah sepanjang sejarah. Waktu itu, masalah yang
harus ditangani pemerintah tak hanya soal kelaparan dan pengangguran,
tapi juga angka kriminalitas yang tinggi. Kawanan gangster macam
perampok bank dan penculik merajalela, nyaris tak tersentuh hukum yang
kerap kalah berani, kalah cerdik dan kalah cepat dari mereka.
Bagi
kepolisan Chicago, Dillinger tak lain penjahat berbahaya. Dalam daftar
buronan mereka, Dillinger masuk dalam daftar Public Enemy Number One.
Menariknya, bagi masyarakat, sosok ini justru dipuja bak Robin Hood. Ia
terkenal sebagai perampok kharismatis yang walau tak segan menggasak
uang bank, tapi pantang mengambil uang nasabah. Gerakan khasnya ketika
melompati meja teller sambil
mengokang senjata, atau kemampuannya meloloskan diri dari kepungan
polisi, membuatnya mendapat julukan ?Jackrabbit?. Bersama tokoh
penjahat lain seperti Bonnie & Clyde dan Ma Barker, Dillinger dan
kawanannya mendominasi atensi media massa dan pembaca dalam periode
yang juga disebut era Public Enemy itu.
Sepak
terjang Dillinger dan kawanannya membuat gerah J. Edgar Hoover (Billy
Crudup). Dengan obsesi membekuk kawanan Dillinger, ia meminta tambahan
dana pada pemerintah untuk pembentukan sebuah biro investigasi, yang
kelak akan jadi sebuah sistem investigasi bergensi bernama FBI (Federal
Bureau Investigation). Untuk menumpas para Public Enemy Number One yang
? dalam film ini ? terdiri dari Dillinger, Charles ?Pretty Boy? Floyd
(Channing Tatum), perampok dan penculik Alvin Karpis (Giovanni Ribisi)
dan penjahat sosiopat ?Baby Face? Nelson (Stephen Graham), Hoover
mengutus agennya yang paling mumpuni, Melvin Purvis (Christian Bale ?
casting yang tepat untuk karakter nemesis Dillinger/ Johny Depp).
Lucunya,
para agen dalam biro investigasi bentukan Hoover adalah sekelompok
lelaki muda berpenampilan bersih a la akuntan yang seumur hidup tak
pernah terlibat dalam gunfight ? tak heran bila mereka dipecundangi
habis-habisan oleh kawanan bandit tersebut. Dalam usaha membekuk
Dillinger di Little Bohemia, FBI dipermalukan karena penggerebekan itu
berakhir dengan lolosnya Dillinger tapi tertembaknya tiga warga sipil.
Setelah kekacauan itu, Purvis mengajukan rekues pada Hoover untuk
mengimpor agen-agen dari Arizona yang sudah lebih berpengalaman dalam
baku tembak.
Public Enemies adalah ?filmnya Michael Mann (Collateral, Miami Vice, Ali, The Last of The Mohicans).
Sutradara kelahiran tahun 1943 ini mempunyai gaya penyutradaraan yang
tak semua orang bisa menikmatinya. Gayanya melibatkan pergerakan kamera
a la dokumenter, shot-shot jarak dekat dan eksplorasi kejiwaan para
tokoh ketika terjebak dalam situasi ekstrem. Semua faktor ini
dimaksimalisasikan dengan konsistensi yang dominan dan kekuatan
sinematis.
Saya bukan termasuk yang menggemari style-nya (bagi saya, Miami Vice film yang ? sebagai satu paket ? buruk), tapi saya sangat menikmati sentuhannya dalam Public Enemies.
Michael Mann dan ? terutama ? Johny Depp menyajikan hal-hal yang tidak
kita ketahui tentang Dillinger, atau yang kita pikir kita tahu. Di
sini, Dillinger adalah pria yang efisien, disiplin, lugas, brutal dan
memiliki kecenderungan kompulsif ? tanpa filmnya bermaksud menjelaskan
kenapa. Kalau teman-temannya merampok bank karena uang, Dillinger
merampok bank untuk merencanakan aksi perampokan selanjutnya. Strategi
meloloskan diri dari kejaran polisi atau rencana pensiun, tak pernah
terlintas dalam benaknya.
Kembali ke kalimatnya yang cool tadi, ?I rob banks?.
John Dillinger adalah perampok bank dan ia mengakuinya, malah tampaknya
bangga akan hal itu. Untuk 13 bulan ke depan ? semenjak ia kabur dari
penjara sampai pada malam kematiannya ? ia memang perampok bank. Film
ini menerima fakta gelap tersebut dan menolak segala godaan untuk
membuat karakternya lebih soft. Seperti misalnya, mendedah masa kecilnya, psikologinya, seksualitasnya, kharismanya yang terkenal atau legenda Robin Hood-nya.
Kecuali
ketika ia sedang bersama Billie, perempuan yang ditemuinya di suatu
pesta, dan langsung di-klaimnya sebagai miliknya. Di sini, karakter
Dillinger memang terlihat lebih lembut, tapi bukan berarti sentimental.
Adegan-adegannya dengan Billie berputar pada janjinya untuk selalu
melindungi perempuan itu. Melindungi dari apa? Dari bahaya karena
Billie berani berhubungan dengan Public Enemy Number One sepertinya.
Kenapa Billie mau dilindungi? Karena ia rapuh. Dan kenapa Dillinger mau
melindungi? Karena cinta? Tidak juga, lebih karena ia membutuhkan
sesuatu untuk dilindungi.
Bagi saya, Public Enemies bagus
karena satu, Michael Mann yang menyutradarainya, dan dua, Johny Depp
yang menghidupkan roh Dillinger. Dibantu Ronan Bennett dan Ann
Biderman, Mann menulis sendiri skenarionya lewat riset yang mendalam
akan buku Public Enemies: America's Greatest Crime Wave and the Birth of the FBI, 1933-34 tulisan Bryan Burrough.
Film ini menyajikan performa Johny Depp yang, buat saya, refreshing. Setelah menjadi Sir James Matthew Barry dalam Finding Neverland, kapan lagi kita bisa melihat akting mumpuni Depp tanpa penampilan fisik freak
macam Edward Scissorhands, Willy Wonka dan Sweeney Todd? Depp, yang
saya anggap nyawa dari film ini (penampilan fisiknya benar-benar
beda-beda tipis dengan Dillinger asli!), merasa perlu menyisihkan waktu
guna mempelajari gaya bicara Dillinger. Rasanya ini pertama kalinya
saya melihat aktor memerankan tokoh gangster tanpa terlihat meniru dari
film yang pernah ditontonnya. Akting Depp dingin, efektif dan
meyakinkan.
Ada satu aksi melarikan diri Dillinger yang
terkenal, yaitu ketika ia menodong sejumlah sipir dengan menggunakan
pistol mainan! Untuk adegan legendaris ini, Mann mengambil lokasi di
penjara Crown Point. Untuk adegan tembak-tembakan di Little Bohemia
Lodge, ia juga mengambil di lokasi asli, bahkan di ruangan yang sama
dengan yang ditempati Dillinger dulu. Untuk adegan tertembaknya
Dillinger di Biograph Theater, Mann pun menyulap Lincoln Avenue sehinga
mirip dengan suasana tahun 1930-an.
Bagi penikmat heist flick macam Ocean Eleven, Public Enemies memberikan sensasi berbeda, terutama karena merupakan adaptasi dari kisah nyata. (putri)
|
| Sumber: cbn |
|
|
Anda bisa memberi komentar atas informasi diatas ini (Member atau Non Member). |
Komentar (0) |
|
|
| |
|
|
|
|