Home Products Site Map

 
Hot Button

Bandwith Meter
Trafic Info
Flash Games
Flash Collection
Shout Park
AZ Forum
Hang Out
Kurs BI


Newest Games

Desolation
Trouble on the way
Astra Skuad
The Stranger 2
Desolation 2 : The bunxer of fear

Traffic Info



Soccer Stars


SAD Indonesia, Cita-Cita Anak Negeri Tampil Di Pentas Dunia

AZ Pooling

Pada tanggal 22 juni ibu kota tercinta kita Jakarta telah berusia 482 tahun, semakin tua semakin gemerlap, namun semakin banyak pula masalah yang ada didalamnya. Dari sekian banyak problem yang ada diJakarta, manakah menurut kamu yang paling meresahkan?

Kemacetan
Banjir
Polusi
Kriminalitas
lainnya

Hasil

Event







 
Artikel | Indeks Artikel

Terjemahan Michael Mann akan Tokoh Public Enemy Number One
Entertainment & Movie - Jumat, 10 Juli 2009 09:38:19 WIB



?My name's John Dillinger. I rob banks.?? Begitu pengakuan John Dillinger pada Billie Frechette (Marion Cotillard -- chesmitry-nya dengan Depp terbilang proporsional) ketika perempuan cantik berambut gelap itu menanyakan apa pekerjaannya. Keluar dari mulut Johny Depp, rasanya baru kali ini aktivitas kriminal merampok bank terdengar begitu cool.

Dalam film terbaru Michael Mann, Public Enemies, Johny Depp adalah John Herbert Dillinger. Ini karakter nyata dari seorang perampok bank yang dari tahun 1930-1935 meneror wilayah Midwest, Amerika Serikat, dengan aksi-aksi heist-nya. Inilah tahun-tahun Great Depression, di mana rakyat Amerika mengalami krisis ekonomi paling parah sepanjang sejarah. Waktu itu, masalah yang harus ditangani pemerintah tak hanya soal kelaparan dan pengangguran, tapi juga angka kriminalitas yang tinggi. Kawanan gangster macam perampok bank dan penculik merajalela, nyaris tak tersentuh hukum yang kerap kalah berani, kalah cerdik dan kalah cepat dari mereka.

Bagi kepolisan Chicago, Dillinger tak lain penjahat berbahaya. Dalam daftar buronan mereka, Dillinger masuk dalam daftar Public Enemy Number One. Menariknya, bagi masyarakat, sosok ini justru dipuja bak Robin Hood. Ia terkenal sebagai perampok kharismatis yang walau tak segan menggasak uang bank, tapi pantang mengambil uang nasabah. Gerakan khasnya ketika melompati meja teller sambil mengokang senjata, atau kemampuannya meloloskan diri dari kepungan polisi, membuatnya mendapat julukan ?Jackrabbit?. Bersama tokoh penjahat lain seperti Bonnie & Clyde dan Ma Barker, Dillinger dan kawanannya mendominasi atensi media massa dan pembaca dalam periode yang juga disebut era Public Enemy itu.

Sepak terjang Dillinger dan kawanannya membuat gerah J. Edgar Hoover (Billy Crudup). Dengan obsesi membekuk kawanan Dillinger, ia meminta tambahan dana pada pemerintah untuk pembentukan sebuah biro investigasi, yang kelak akan jadi sebuah sistem investigasi bergensi bernama FBI (Federal Bureau Investigation). Untuk menumpas para Public Enemy Number One yang ? dalam film ini ? terdiri dari Dillinger, Charles ?Pretty Boy? Floyd (Channing Tatum), perampok dan penculik Alvin Karpis (Giovanni Ribisi) dan penjahat sosiopat ?Baby Face? Nelson (Stephen Graham), Hoover mengutus agennya yang paling mumpuni, Melvin Purvis (Christian Bale ? casting yang tepat untuk karakter nemesis Dillinger/ Johny Depp).

Lucunya, para agen dalam biro investigasi bentukan Hoover adalah sekelompok lelaki muda berpenampilan bersih a la akuntan yang seumur hidup tak pernah terlibat dalam gunfight ? tak heran bila mereka dipecundangi habis-habisan oleh kawanan bandit tersebut. Dalam usaha membekuk Dillinger di Little Bohemia, FBI dipermalukan karena penggerebekan itu berakhir dengan lolosnya Dillinger tapi tertembaknya tiga warga sipil. Setelah kekacauan itu, Purvis mengajukan rekues pada Hoover untuk mengimpor agen-agen dari Arizona yang sudah lebih berpengalaman dalam baku tembak.

Public Enemies adalah ?filmnya Michael Mann (Collateral, Miami Vice, Ali, The Last of The Mohicans). Sutradara kelahiran tahun 1943 ini mempunyai gaya penyutradaraan yang tak semua orang bisa menikmatinya. Gayanya melibatkan pergerakan kamera a la dokumenter, shot-shot jarak dekat dan eksplorasi kejiwaan para tokoh ketika terjebak dalam situasi ekstrem. Semua faktor ini dimaksimalisasikan dengan konsistensi yang dominan dan kekuatan sinematis.

Saya bukan termasuk yang menggemari style-nya (bagi saya, Miami Vice film yang ? sebagai satu paket ? buruk), tapi saya sangat menikmati sentuhannya dalam Public Enemies. Michael Mann dan ? terutama ? Johny Depp menyajikan hal-hal yang tidak kita ketahui tentang Dillinger, atau yang kita pikir kita tahu. Di sini, Dillinger adalah pria yang efisien, disiplin, lugas, brutal dan memiliki kecenderungan kompulsif ? tanpa filmnya bermaksud menjelaskan kenapa. Kalau teman-temannya merampok bank karena uang, Dillinger merampok bank untuk merencanakan aksi perampokan selanjutnya. Strategi meloloskan diri dari kejaran polisi atau rencana pensiun, tak pernah terlintas dalam benaknya.

Kembali ke kalimatnya yang cool tadi, ?I rob banks?. John Dillinger adalah perampok bank dan ia mengakuinya, malah tampaknya bangga akan hal itu. Untuk 13 bulan ke depan ? semenjak ia kabur dari penjara sampai pada malam kematiannya ? ia memang perampok bank. Film ini menerima fakta gelap tersebut dan menolak segala godaan untuk membuat karakternya lebih soft. Seperti misalnya, mendedah masa kecilnya, psikologinya, seksualitasnya, kharismanya yang terkenal atau legenda Robin Hood-nya.

Kecuali ketika ia sedang bersama Billie, perempuan yang ditemuinya di suatu pesta, dan langsung di-klaimnya sebagai miliknya. Di sini, karakter Dillinger memang terlihat lebih lembut, tapi bukan berarti sentimental. Adegan-adegannya dengan Billie berputar pada janjinya untuk selalu melindungi perempuan itu. Melindungi dari apa? Dari bahaya karena Billie berani berhubungan dengan Public Enemy Number One sepertinya. Kenapa Billie mau dilindungi? Karena ia rapuh. Dan kenapa Dillinger mau melindungi? Karena cinta? Tidak juga, lebih karena ia membutuhkan sesuatu untuk dilindungi.

Bagi saya, Public Enemies bagus karena satu, Michael Mann yang menyutradarainya, dan dua, Johny Depp yang menghidupkan roh Dillinger. Dibantu Ronan Bennett dan Ann Biderman, Mann menulis sendiri skenarionya lewat riset yang mendalam akan buku Public Enemies: America's Greatest Crime Wave and the Birth of the FBI, 1933-34 tulisan Bryan Burrough.

Film ini menyajikan performa Johny Depp yang, buat saya, refreshing. Setelah menjadi Sir James Matthew Barry dalam Finding Neverland, kapan lagi kita bisa melihat akting mumpuni Depp tanpa penampilan fisik freak macam Edward Scissorhands, Willy Wonka dan Sweeney Todd? Depp, yang saya anggap nyawa dari film ini (penampilan fisiknya benar-benar beda-beda tipis dengan Dillinger asli!), merasa perlu menyisihkan waktu guna mempelajari gaya bicara Dillinger. Rasanya ini pertama kalinya saya melihat aktor memerankan tokoh gangster tanpa terlihat meniru dari film yang pernah ditontonnya. Akting Depp dingin, efektif dan meyakinkan.

Ada satu aksi melarikan diri Dillinger yang terkenal, yaitu ketika ia menodong sejumlah sipir dengan menggunakan pistol mainan! Untuk adegan legendaris ini, Mann mengambil lokasi di penjara Crown Point. Untuk adegan tembak-tembakan di Little Bohemia Lodge, ia juga mengambil di lokasi asli, bahkan di ruangan yang sama dengan yang ditempati Dillinger dulu. Untuk adegan tertembaknya Dillinger di Biograph Theater, Mann pun menyulap Lincoln Avenue sehinga mirip dengan suasana tahun 1930-an.

Bagi penikmat heist flick macam Ocean Eleven, Public Enemies memberikan sensasi berbeda, terutama karena merupakan adaptasi dari kisah nyata. (putri)

Sumber: cbn
Anda bisa memberi komentar atas informasi diatas ini (Member atau Non Member).

  Komentar (0) | Komentar | Lihat Semua Komentar
http://www.arthazone.com
powered by www.scbd.net.id