Home Products Site Map

 
Hot Button

Bandwith Meter
Trafic Info
Flash Games
Flash Collection
Shout Park
AZ Forum
Hang Out
Kurs BI


Newest Games

Desolation
Trouble on the way
Astra Skuad
The Stranger 2
Desolation 2 : The bunxer of fear

Traffic Info



Soccer Stars


SAD Indonesia, Cita-Cita Anak Negeri Tampil Di Pentas Dunia

AZ Pooling

Pada tanggal 22 juni ibu kota tercinta kita Jakarta telah berusia 482 tahun, semakin tua semakin gemerlap, namun semakin banyak pula masalah yang ada didalamnya. Dari sekian banyak problem yang ada diJakarta, manakah menurut kamu yang paling meresahkan?

Kemacetan
Banjir
Polusi
Kriminalitas
lainnya

Hasil

Event







 
Artikel | Indeks Artikel

King Of Drift Negri Gajah Putih
Nasional - Selasa, 14 Juli 2009 10:09:47 WIB


 Kiki Sak Nana dan Dae Dosuiko keluar sebagai king of drift setelah menjuarai kompetisi Drifting Spirit and Speed of God 2009 di Thailand (5/7) lalu.

 

Kiki terbaik di kelas A Mmax Drift Speed Party, sedang Dae di kelas B Achilles Drift Competition. Kedua drifter yang tergabung di tim PTT Performa Achilles ini membagi kiat suksesnya.

TREK LOW SPEED
Pada seri ke-3 dari 10 yang direncanakan, tercatat sekitar 40 peserta di tiap kelas ikut meramaikan gelaran di lapangan parkir Bitec ini. Ketika sesi latihan resmi, D panggilan Dae benar-benar memanfaatkan dengan baik.

 

?Mencoba trek jadi hal penting untuk saya. Karenanya setiap ada kesempatan pasti saya gunakan. Untuk event ini kira-kira saya mencoba trek sebanyak 7 putaran,? ucap pria dengan rambut gimbal dan gondrong ini.

Tak percuma D mencoba banyak putaran. Terbukti saat sesi kualifikasi hasil yang diperolehnya tergolong baik. Dalam kualifikasi, tiap peserta diberi kesempatan mencoba trek sebanyak dua kali putaran. Dari 40 peserta yang ikut kualifikasi hanya diambil sebanyak 16 besar saja untuk masuk babak berikutnya.

Setelah lolos kualifikasi, D selalu berusaha menjadi yang terbaik. Tiap ada kekurangan selalu dikomunikasikan, baik itu dengan mekanik maupun rekan satu tim. Hasilnya, podium pertama mampu digapainya.

 

?Beruntung mobil tak ada masalah. Memanaskan ban jadi hal salah satu kunci supaya tetap dapat grip,? seru pria pengguna Nissan Silvia S13 ini.

Selain tak ada masalah, pria yang juga berprofesi sebagai DJ ini juga menyukai trek yang dipakai. Menurutnya, walau terkesan mudah namun tetap tricky. Ada beberapa titik yang tetap harus menggunakan rem tangan. Maksudnya jelas supaya arah mobil tetap dapat dikendalikan.

 
 

Berbeda yang dilakukan oleh Kiki. Ia justru tak terlalu banyak latihan. Terhitung saat latihan resmi, hanya melakukan 3 kali putaran.

 

?Latihan banyak memang perlu, namun karena trek ini tergolong kecil, saya hanya perlu untuk membiasakan diri. Kunci menang ada di diri kita dan teknik untuk menghadapi lawan. Jangan samakan antara satu lawan dengan lainnya,? ucapnya.

Karena tergolong kecil, Kiki tak menyukai trek di Bitec ini. ?Sebenarnya kami masih memiliki banyak lokasi trek yang jauh lebih besar, tapi dengan adanya trek ini justru memberi variasi tersendiri,? sebut pria berkepala plontos ini.

Trek di Bitec diungkapkan Kiki sebagai trek low speed. Karena saat melakukan drift kecepatan yang diraih hanya di bawah 140 km/jam. ?Bisa lebih namun resikonya sangat tinggi, yakni harus keluar dari trek atau terlalu sering bermain rem tangan. Di drifting sebisa mungkin rem tangan tak dipakai,? ungkapnya. Dikatakan low speed karena di beberapa trek saat drift bisa dilakukan di atas 150 km/jam.

Sayang keberhasilan D dan Kiki tak diikuti oleh tiga rekan lainnya. R.Kula?chart RH dan Yen yang ikut di kelas A harus berakhir di sesi babak pertama saja. ?Turbo ada masalah. Mudah-mudahan bisa sampai final,? ucap Oat panggilan Kulachart sesaat setelah sesi latihan. Oat menggunakan Nissan Silvia S13, sedang Yen yang menggunakan Nissan Cefiro bermasalah di sistem transmisi.

PENILAIAN SEDERHANA

 
 

Sistem yang dipakai oleh tim juri untuk menilai ternyata sangat sederhana. Jika ajang Formula Drift dikenal dengan alat drift box dan drift radio, pada drifting di Thailand sama sekali tak dipakai. Untuk memberi penilaian saja, tiga juri tak punya kertas form. Sungguh amat sangat sederhana.

Walau demikian, tak mudah untuk bisa lolos dari jerat kualifikasi. Saat kualifikasi untuk bisa masuk 16 besar, tiap drifter diberi kesempatan sebanyak 2 kali. Dalam tiap putaran tersebut harus mengenai tanda. Peserta dan juri di Thailand memanggilnya dengan sebutan apex. Dibuat dari cat yang disemprot ke sebagian badan trek.

Pada titik yang telah ditetapkan tadi, bagian depan mobil harus menge?nai?nya. Jika tidak, maka bendera merah akan diangkat oleh marshal, yang berarti mengurangi nilai sebanyak 10. Namun jika menabrak kun atau ban akan langsung diberi nilai 0.

SULAP LAPANGAN PARKIR

 
Lokasi lapangan parkir yang disulap jadi trek, tergolong kecil. Jika dibanding lapangan parkir belakang Sirkuit Sentul, masih lebih besar milik Sentul.

Kondisi aspal yang dipakai juga bukan layaknya aspal sirkuit. Aspal halus namun masih terlihat batu-batunya. Tak sehalus aspal jalan protokol di Jakarta.

Demikian juga untuk layout trek yang dipakai. Sangat sederhana namun tak mengurangi tingkat keahlian mengemudi. Sejak awal start sampai apex pertama berbentuk 200 derajat, berarti setengah lingkaran lebih sedikit. Dari apex pertama menuju apex kedua hanya berjarak kurang lebih 30 meter dan berbentuk S. Setelah melewati apex kedua berarti selesai.

Karena berlokasi di lapangan parkir, pembatas lebar trek hanya menggunakan ban dan kun. Mengantisipasi mobil nyelonong dan menabrak pagar tembok diberi lapisan gabus yang cukup tebal.

Sumber: otomotifnet
Anda bisa memberi komentar atas informasi diatas ini (Member atau Non Member).

  Komentar (0) | Komentar | Lihat Semua Komentar
http://www.arthazone.com
powered by www.scbd.net.id